Pages

Subscribe:

20110320

Burung Garuda, lambang negara kita bukanlah mitos.

ELANG JAWA, LAMBANG NEGARA YANG HARUS DIJAGA

Adakah di antara kita yang tidak tahu apa lambang negara RI?

Pastilah semua tahu, kecuali mungkin saudara-saudara kita yang hidup sebagai suku terasing di pedalaman, dan yang belum melek huruf. Saya selalu bangga memandang burung garuda yang dengan gagah mengembangkan sayapnya, yang kedua kakinya mencengkeram pita bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika”, dan yang di dadanya tergantung perisai berlambang Pancasila. Apalagi jika kita berada di negeri orang yang jauh, memandang lambang negara kita sungguh membuat hati terharu.




Nah, dimanakah kita bisa melihat burung garuda yang asli, yang terbang mengepakkan sayapnya dengan gagah di atas bumi Indonesia? Apakah burung garuda itu benar-benar ada, atau hanya legenda yang hidup di alam khayal para pendiri negara kita dulu, yang dipetik dari kisah mitos dalam buku cerita?



Burung garuda itu benar-benar ada, disebut Elang Jawa atau Spizaetus Bartelzi. Ia hidup di hutan hujan tropis yang ada di Jawa, di puncak-puncak pohon yang tingginya 20 – 30 meter di atas permukaan tanah. Jika tidak di hutan yang merupakan habitat aslinya, Elang Jawa bisa kita jumpai terkurung di kandang para kolektor burung langka, di dalam kantong kain para pemburu burung, atau terpuruk di kandang sempit, di lorong kumuh pasar burung Ngasem (Yogya) atau pasar Pramuka (Jakarta).

Tragis? Itulah realita yang dialami burung yang menjadi lambang negara kita …




Burung Elang Jawa adalah yang disebut sebagai Garuda, simbol negara kita (foto : indrakila.com )

Jika menilik kembali ke lambang negara kita, siapakah sebenarnya pencipta Garuda Pancasila? Beliau adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Beliau lahir pada tanggal 12 Juli 1913, dan wafat pada tanggal 30 Maret 1978. Sultan Hamid II memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan RI. Beliau memiliki pendidikan militer di KMA Breda, Belanda, ikut terlibat dalam perang-perang kemerdekaan, maupun perundingan-perundingan antara Indonesia dan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, Sultan Hamid II menjadi salah satu pejabat penting pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yaitu Menteri Negara RIS. Melalui serangkaian proses yang cukup panjang, lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila ciptaan Sultan Hamid II diperkenalkan oleh Presiden Soekarno untuk pertama kalinya di Hotel Des Indes Jakarta (Hotel Indonesia yang — sangat menyedihkan — sekarang sudah almarhum, dijual oleh Megawati sewaktu menjadi Presiden RI) pada 15 Februari 1950.



Sultan Hamid II, desain awal Garuda Pancasila, dan desain final yang kita pakai hingga sekarang.

Burung Elang, Rajawali, Garuda, atau Eagle, menjadi lambang negara bukan saja Indonesia, tetapi sedikitnya 27 negara lain di dunia. Kegagahan dan kemegahan burung ini diakui berbagai bangsa di dunia, sehingga dijadikan sebagai lambang negara yang dibanggakan dan dihormati.



Elang, Rajawali, atau Eagle, menjadi lambang negara Amerika Serikat (kiri) dan Mesir (kanan)

Semoga Elang Jawa tetap hidup di Indonesia. Semoga legenda hidup yang menjadi lambang negara ini tidak punah di habitat aslinya, dan tidak berakhir tragis, kehilangan jati dirinya sebagai elang di kandang burung !

Tambahan...

menurut mitologi kebudayaan hindu..
garuda dijelaskan sebagai dewa berwujud setengah manusia dan setengah burung..
tapi apakah yang digambarkan dalam lambang negara kita, garuda berbentuk seperti yang digambarkan mitologi hindu..??
memiliki tubuh layaknya manusia tapi berkepala seperti burung..!!
itulah mengapa garuda dalam kontek arti lambang negara dengan mitologi hindu berbeda..!!
garuda dalam artian hindu adalah dewa..!!
sedangkan garuda dalam artian lambang negara kita adalah sesosok yang menyerupai burung elang jawa..!!

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Tanpa mesti mendapat pengakuan , budaya indonesia memang di dominasi mitologi hindu, baik di dalam cerita wayang. perjalanan politik dan peninggalan sejarah yang besar di Asia. Indonesia adalah Majapahit dan majapahit adalah negara hindu. so buat apa mencoba "menghilangkan" hindu dari "kita". penulis mestinya saling mencintai budaya walaupun bukan budaya islam, karena islam tdk punya budaya. tapi mereka cenderung membawa budaya arab yg bukan cerminan islam

Anonim mengatakan...

apakah anda punya sumber terpercaya yg bisa mendukung tulisan anda ini yg mengatakan bahwa garuda itu adalah elang jawa???!!!

apakah anda pernah bertanya langsung kepada Sultan Hamid II bahwa simbol yg dia buat itu adalah burung elang jawa???

kalo memang simbol itu adalah burung elang jawa, kenapa diberi nama garuda?!!!

mikir yg simple aja.

akui saja kalo burung garuda yg dimaksud adalah burung mitologi Hindu, toh juga yg dilihat bukan masalah burungnya nyata atau tidak, tapi nilai yg terkandung di balik cerita burung garuda.
ingat, hindu yg pertama kali datang ke indonesia, jd biarkan sejarah tetap dikenang karna sejarah mempengaruhi masa yg akan datang.

lagi pula indonesia bukan satu2nya negara yg menggunakan burung garuda sbg lambang negara. contohnya thailand.

Anonim mengatakan...

The Javan Hawk-Eagle (Nisaetus bartelsi) itu dari wikipedia, disitu gak ditulis Garuda (Nisaetus bartelsi), jadi sebelum anda mengatakan burung Garuda itu ada lebih baik di observasi dulu kebenaran datanya karena memang burung Garuda itu sendiri hanya ada dalam mitologi umat Hindu

Anonim mengatakan...

Komen diatas ga bermutu, makanya kalo internetan jgn cuma cari bokep aja, baca nih http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/28/mni0li-burung-garuda-diambang-kepunahan

Anonim mengatakan...

Dasar bego

Anonim mengatakan...

LestarikanLah burung tersebut

Anonim mengatakan...

Elang jawa tetap elang jawa yg memang asli dari indonesia, tapi garuda tetaplah garuda, garuda adalah legenda yg dianggap hidup, tapi karena adanya lintas budaya legenda itu menjadi dongeng, tapi kita tidak perlu berdebat, karena garuda adalah suatu yg sakral sampe sekarang yg mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa indonesi

Arif Ridwan Abriyanto mengatakan...

Setahu saya, garuda dijadikan lambang negara karena dalam mitologi hindu (atau mungkin india), garuda memiliki keteguhan hati dalam membebaskan perbudakan terhadap ibunya. Semangat sang Garuda inilah yang dipakai oleh para founding father sebagai simbol negara. Nah, kalau penggunaan hewan endemik Indonesia sebagai subtitusi dari wujud garuda yang ada di mitologi Hindu memang bisa saja terjadi, dan memang ada kemungkinan elang jawa yang jadi modelnya (karena ciri khas elang jawa adalah warna dan jambulnya, agak mirip dengan garuda di simbol). Tapi tetap saja, tidak ada referensi ke arah situ. Begitu pula tulisan ini pun (mohon maaf) tidak bisa dijadikan referensi.

Lagipula bukannya burung elang jawa disebut garuda justru setelah garuda jadi simbol negara? Kalau begitu konklusinya terbalik, dong. Tidak bisa dikatakan lambang negara kita mengambil dari elang jawa, karena setahu saya burung elang jawa sendiri tidak ada cerita mitos atau asal-usulnya di masyarakat. Artinya, kalau simbol negara kita yang dibuat oleh para founding father adalah elang jawa, malah justru tidak ada maknanya dan tidak kuat untuk menjadi penyemangat bangsa. Setuju?

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Masukannya