Pages

20120511

Konflik Warga Solo


KRONOLOGI ASLI KONFLIK FPI vs WARGA GANDEKAN (SOLO) – 3 Mei 2012
Saya adalah seorang warga Gandekan (Solo) akan menyampaikan koronolgi sebenarnya tentang konflik antar FPI vs Warga Sipil Gandekan & Solo:
  1. Masalah ini dimulai dari +/- 2 tahun lalu, yaitu terjadi konflik antar 2 orang Pimpinan Kelompok Preman –> yang kemudian berakhir dengan kematian salah satu preman, sedangkan preman yang satunya masuk ke penjara.
  2. Setelah selesai masa tahanan, ternyata preman yang dipenjara tersebut masuk ke dalam organisasi FPI dan masih menyimpan dendam & rasa tidak terima dengan nasibnya dibui.
  3. Kemudian setelah bebas dan bergabung dengan FPI, preman tersebut tetap men’teror kelompok preman yang dulu pernah jadi lawannya itu & mengajak “Duel Maut” kembali dengan pimpinan kelompok preman yang baru, bernama Walet.
  4. Tetapi nasib apes menimpa preman FPI tersebut dengan mati-mengenaskan ditangan Preman Walet.
  5. Tanggal 3 Mei 2012 setelah dikuburkan, para Fun Boys FPI merasa sok solidaritas mencoba membalas dendam atas kematian temannya itu dan menuntut juga kematian Walet.
  6. Tetapi karena track-record perman Walet tersebut baik dimasyarakat (meski dia preman tapi sering membantu para orang jompo yang miskin) maka seluruh warga Gandekan malah membantu dan membela Preman tersebut.
  7. Dan terjadilah perang, nanti hari 4 Mei 2012 setelah Jum’atan direncanakan akan terjadi perang besar antar FPI vs SIpil.
Perang besar bakal terjadi karena kabar jeleknya banyak Fun Boys FPI dari luar kota Solo akan ikut gabung. Kabar baik dan serunya, banyak warga sipil Solo & Preman dari Luar kota juga ikut gabung untuk menghabisi para Fun Boys FPI.

Ya, statmen ini menyudutkan FPI sebagai biang kerok konflik ini, percaya? Sebaiknya jangan buru-buru percaya sebelum ada kejelasan, dan kalau anda percaya tentu gak bakalan mau membaca berita lain, hahaha.
Sementara kambin hitam lain yang makin santer berkembang adalah kini menyangkut konflik politik.
Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah, Tjahjo Kumolo, mengatakan, konflik antarkelompok massa di Kota Surakarta alias Solo bersifat laten yang selalu terjadi kapan pun. “Konflik di Kota Solo antara kelompok masyarakat merupakan peristiwa laten bersumbu pendek sejak zaman orde baru,” katanya, melalui perangkat komunikasi, di Semarang, Sabtu.
Pernyataan politikus kelahiran Solo itu terkait dengan bentrokan dua kelompok massa yang kembali terjadi di Jalan RE Martadinata Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah,sekitar pukul 14.30 WIB Jumat (4/5).”Masalah itu akan makin sulit diselesaikan karena sudah dibumbui nuansa politik di Solo, ” kata anggota Komisi I DPR itu. Bersamaan dengan peristiwa itu, katanya, muncul selebaran di Jakarta yang mendiskreditkan Wali Kota Surakarta Joko Widodo. Selebaran itu mengkaitkan konflik di Solo dengan keikutsertaan Jokowi dalam pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah DKI Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Masukannya